Selasa, 23 Oktober 2012

Air mata adalah kelenjar yang diproduksi oleh proses lakrimasi (bahasa Inggris:lacrimation atau lachrymation; (dari bahasa Latin lacrima, artinya "air mata") untuk membersihkan dan melumasi mata. Kata lakrimasi juga dapat digunakan merujuk padamenangis. Emosi yang kuat juga dapat menyebabkan menangis, walaupun kembanyakan mamalia darat memiliki sistem lakrimasi untuk membiarkan mata mereka basah, manusia adalah mamalia satu-satunya yang memiliki emosi air mata.

ngomong-ngomong soal nangis-menagis saya sebenarnya dapet julukan khusus yakni "si anak cengeng" konyol sih memang tapi yah itulah kenyataan nya. bahkan sampai saya kuliah pun hal itu masih di dekat eratkan dengan saya, sebenarnya bukan karena cengeng manja atau hal semacam nya tapi lebih ke tingkat sensitif dan emosianal nya yang sulit di kendalikan. malu sih memang karena kalau pun liat hal yang miris sedikit tiba-tiba si kelenjar lakrimasi ini tiba-tiba turun begitu saja.

pernah suatu kejadian ketika pulang kampus tiba-tiba searah dengan jalan yang saya lalui,saya bertemu dengan seorang kakek yang sudah cukup rentan usia nya beliau menjajakan pisang yang sudah mulai menghitam di bagian kulitnya. ketika saya melihatnya 

Kamis, 18 Oktober 2012

Wanita suka laki-laki yang jelas: 
"Jelas Visinya, Jelas cintanya, jelas lamarannya, jelas kesejahteraan nya, dan jelas tidak akan membagi cinta." - Mario Teguh-

Mimpi kecil papah

hari ini pertanyaan yang sama muncul lagi, yah! pertanyaan yang selalu di lontarkan seorang papah terhadap putri sulung nya. papah itu buat saya adalah panutan dan dia selalu menginginkan yang terbaik apapun untuk kedua anaknya tapi karena saya anak paling sulung otomatis semua hal di prioritaskan termasuk soal pendidikan dan saya pun harus memegang tanggung jawab itu karena imlementasinya pasti berpengaruh untuk adik saya nantinya.

sejak awal memasuki masa kuliah saya memang kurang nurut atas saran papah, makannya sekarang rada sedikit nyesel atas pilihan yang sudah di ambil, tapi saya gak mau mengecewakan mereka atas pilihan yang sudah saya ambil setelah perjalanan sejauh ini.

sampe dimana saat papah menanyakan akan sesuatu hal yang mengagetkan.
"teteh (panggilan untuk kaka dalam bahasa sunda) sebentar lagi kan ingsyaallah lulus, jadi mau nerusin belajar dimana?"
"dan saya cuman diam" 
jujur saya tidak pernah berpikir untuk sejauh ini, umur saya masih terhitung muda dan belum terpikir untuk melanjutkan belajar ke jenjang selanjutnya secepat ini dalam keadaan saya masih memulai untuk membereskan kuliah.

ketika pertama saya gak bisa menjawab, papah gak pernag berhenti bertanya tentang hal ini, dan saya mencoba memberikan argumen bahwa sebenarnya untuk hal ini dan kali ini saya sama sekali belum siap untuk memenuhi keinginan papah. tapi papah cuman bisa jawab
"papah sama mamah ini gak bisa kasih kamu sama adek apapun selain ilmu untuk kalian berdua, jadi selagi papah mampu bekerja papah ingin nya memberikan yang terbaik buat kalian berdua hitung-hitung untuk bekal masa tua. ilmu itu gak akan berat walau di bawa kemana pun, dan ingat ketika papah bisa melakukan hal itu papah berharap kalian bisa lebih melewati hal yang sama seperti papah bahkan lebih dari pada yang sudah papah lakukan. jadi selagi masih muda dan ada papah-mamah kejarlah ilmu itu"
kali ini saya bener-bener gak bisa mengeluarkan argumen saya lagi, selain bisa berdoa dan berharap sama alloh, mulai hari ini setelah papah melontarkan keinginannya saya udah gak ingin liat muka kekecewaan lagi di raut wajah mamah dan papah. harapan mereka memang terlihat simpel tapi merupakan tanggung jawab yang besar untuk saya nantinya.

semoga suatu saat saya bisa mewujudkan mimpi mamah dan papah.

Selasa, 16 Oktober 2012

Aku Ingin Seperti Tiga Wanita yang Menginspirasiku

"Aku ingin seperti tiga wanita yang menginspirasiku"

Mungkin kalimat ini jadi terlihat wajar jika di baca oleh orang awam sekalipun, tapi tidak bagi saya. hal ini merupakan suatu rangkain kata yang memberikan banyak sekali Inspirasi.
yah! Prof. Ning sapaan para mahasiswa terhadap beliau adalah pimpinan dari sebuah perguruan tinggi di Malang dan kebetulan pula tempat dimana papah membagi ilmu nya.

alhamdulilah dengan rasa bangga akhirnya saya bisa di pertemukan dengan beliau di suatu kesempatan dan rupanya wanita berumur di atas 75 tahun ini masih di sibukan dengan dunia pendidikan di saat wanita seusia pada umumnya sudah mulai pensiun dari berbagai macam aktivitasnya. banyak hal yang saya ambil pelajaran dari beliau terutama ketika saya bisa lebih dekat mengenalnya lewat sebuah buku yang baru saja di terbitkan yang berjudul : "share the happiness for people enlightening thoughts of founder of STIE Indonesia Malang" di dalam rangkaian bukunya tersebut ada di suatu bab yang mengutip suatu ucapan dari Prof.Ning
"Aku ingin seperti tiga wanita yang menginspirasiku: mereka itu shaleh, peduli pendidikan dan tak mudah menyerah" -eyang Ning-
 tiga wanita dalam kutipan tersebut adalah :

  1. wanita yang mengasihinya sejak dalam Rahim, yakni ibunda dari eyang ning.
  2. wanita bijak nan lembut yang membesarkannya, beliau adalah nenek dari eyang ning beliau pula yang selalu mengingatkan eyang ning kecil utnuk tidak lupa sholat malam dan puasa senin-kamis, guraunya agar di mudahkan dalam mencari jodoh.
  3. dan wanita yang terakhir di ceritakan oleh beliau bernama mrs. siti sundari, wanita yang menginspirasinya ini dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang kemerdekaan indonesia, juga merupakan wanita pertama di indonesia yang berhasil menjadi sarjana.


setelah di cerna dengan baik kutipan beliau yang pada akhirnya dapat mengisnpirasi bagi saya, betapa tidak untuk saya seorang mamah adalah segalanya walaupun dulu saya di besarkan oleh seorang nenek yang sangat sayang dan selalu merawat saya dengan baik hingga pada saat alloh menjemputnya. saya tau bahwa mamah salalu mendokan saya hingga saat sekarang kami bisa berkumpul kembali bersama mamah lah yang selalu menjadi penyemangat saya sebagai seorang anak pertama dan kaka untuk adik tunggal saya walaupun saya belum bisa jadi yang terbaik samapai sekarang.
hingga akhirnya saya membaca buku yang sangat inspiratif dari Prof. Dr. Hj. Setyaningsih Soejoso, SE. yah ! saya kira beliau sudah sepantasnya menjadi wanita yang inspiratif untuk hidup saya. :) 

Terimakasih banyak untuk ketiga wanita yang menginspirasi saya dan saya haturkan juga untuk nenek di sisi alloh semoga almarhum bisa melihat cucunya ini yang sudah menjadi seorang perempuan hampir dewasa :)
dan untuk eyang Ning yang baru saja saya kenal melalui pertemuan singkat dan melalui bukunya yang sangat bermanfaat, semoga suatu hari nanti saya bisa bertemu lagi dengan eyang dan banyak mendapatkan masukan tentang pendidikan serta bisa menjadi wanita yang bisa menginspiratif untuk banyak orang.

semua doa kebaikan saya ucapkan untuk ketiga wanita di atas :)