Kamis, 18 Oktober 2012

Mimpi kecil papah

hari ini pertanyaan yang sama muncul lagi, yah! pertanyaan yang selalu di lontarkan seorang papah terhadap putri sulung nya. papah itu buat saya adalah panutan dan dia selalu menginginkan yang terbaik apapun untuk kedua anaknya tapi karena saya anak paling sulung otomatis semua hal di prioritaskan termasuk soal pendidikan dan saya pun harus memegang tanggung jawab itu karena imlementasinya pasti berpengaruh untuk adik saya nantinya.

sejak awal memasuki masa kuliah saya memang kurang nurut atas saran papah, makannya sekarang rada sedikit nyesel atas pilihan yang sudah di ambil, tapi saya gak mau mengecewakan mereka atas pilihan yang sudah saya ambil setelah perjalanan sejauh ini.

sampe dimana saat papah menanyakan akan sesuatu hal yang mengagetkan.
"teteh (panggilan untuk kaka dalam bahasa sunda) sebentar lagi kan ingsyaallah lulus, jadi mau nerusin belajar dimana?"
"dan saya cuman diam" 
jujur saya tidak pernah berpikir untuk sejauh ini, umur saya masih terhitung muda dan belum terpikir untuk melanjutkan belajar ke jenjang selanjutnya secepat ini dalam keadaan saya masih memulai untuk membereskan kuliah.

ketika pertama saya gak bisa menjawab, papah gak pernag berhenti bertanya tentang hal ini, dan saya mencoba memberikan argumen bahwa sebenarnya untuk hal ini dan kali ini saya sama sekali belum siap untuk memenuhi keinginan papah. tapi papah cuman bisa jawab
"papah sama mamah ini gak bisa kasih kamu sama adek apapun selain ilmu untuk kalian berdua, jadi selagi papah mampu bekerja papah ingin nya memberikan yang terbaik buat kalian berdua hitung-hitung untuk bekal masa tua. ilmu itu gak akan berat walau di bawa kemana pun, dan ingat ketika papah bisa melakukan hal itu papah berharap kalian bisa lebih melewati hal yang sama seperti papah bahkan lebih dari pada yang sudah papah lakukan. jadi selagi masih muda dan ada papah-mamah kejarlah ilmu itu"
kali ini saya bener-bener gak bisa mengeluarkan argumen saya lagi, selain bisa berdoa dan berharap sama alloh, mulai hari ini setelah papah melontarkan keinginannya saya udah gak ingin liat muka kekecewaan lagi di raut wajah mamah dan papah. harapan mereka memang terlihat simpel tapi merupakan tanggung jawab yang besar untuk saya nantinya.

semoga suatu saat saya bisa mewujudkan mimpi mamah dan papah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar